derita derita

Aku menulis ini saat derita sedang memanas 
Derita dan penyebab penderitaannya , 
Mreka sedang bertengkar 
Derita diam , tapi orang itu terus menyakiti tidak teredam
Hujat seperti pemang tajam , sumpah serapah seperti palu godam ,
Derita diam 
 
 
Jika kalian melihat hal ini , tentu air mata tak terbendung …
Tapi derita diam
Sorot matanya sayu kosong, namun sesaat kemudian mata itu menyala-nyala karena …
Mungkin karena kesakitan , atau karena dendam ..
Entah 
 
Derita tetap diam , aku tidak tahu kata-kata orang itu tidak didengarnya , atau justru terbenam dalam hatinya..
Aku ingin mengatakan , bahwa dia se harusnya melawan , 
Tapi sepertinya dia lebih memilih kepedihan sebagai teman 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s